Kekayaan Negara Kuwait

Kekayaan Negara Kuwait

daftarnegaraterkaya.web.id – Negara Kuwait berada di Semenanjung Arab. Awalnya penemuan minyak terjadi di tahun 1930-an yang akhirnya membuat negara Kuwait menjadi salah satu negara terkaya di dunia.

Penduduknya secara tradisional mencari nafkah dari pembuatan kapal, budidaya mutiara, perikanan, dan beternak. Minyak telah mengubah Kuwait, membantu negara ini membiayai berbagai program kesejahteraan sosial bagi warganya. Kekayaan nasional Kuwait ini menggoda tetangganya yang lebih kuat, Irak. Irak menginvasi Kuwait pada tahun 1990, memulai Perang Teluk Persia tahun 1991

Baca juga : Kekayaan Sultan Brunei Darussalam

Penduduk
Kelompok Etnik, Agama, Bahasa

Orang Kuwait adalah Muslim. Bahasa Arab adalah bahasa nasional. Bahasa Inggris digunakan secara luas. Secara tradisional, kurang dari setengah penduduk Kuwait adalah orang Kuwait sendiri. Sisanya adalah pekerja imigran dan keturunanya. Orang Arab Palestina dulu membentuk kelompok pekerja asing terbesar. Tapi mereka mendukung Irak ketika menginvasi Kuwait pada tahun 1990. Akibatnya, hampir 450.000 orang Palestina dideportasi. Saat ini, kurang dari 40.000 warga Palestina tetap berada di Kuwait.

Imigran lainnya berasal dari berbagai bagian dari Timur Tengah dan Asia Selatan. Ribuan orang Eropa dan Amerika juga dipekerjakan oleh perusahaan-perusahaan minyak. Kuwait sejak lama telah mengadopsi kebijakan yang tidak terlalu bergantung pada asing.

Negara Kesejahteraan (Welfare State)

Kuwait menggabungkan fitur tertentu dari ekonomi usaha bebas dengan orang-orang dari negara kesejahteraan (welfare state/negara yang pemerintahannya menjamin terselenggaranya kesejahteraan rakyat). Proyek kesejahteraan meliputi perumahan bagi orang berpenghasilan rendah dan perawatan medis gratis serta rawat inap. Pendidikan gratis dan makan siang gratis serta sarana transportasi untuk anak sekolah juga disediakan. Pemerintah juga membangun toko ritel untuk menyediakan pekerjaan bagi kaum pengangguran.

Pembangkit listrik digunakan untuk penerangan jalan dan sebagian besar rumah. Kuwait membangun pabrik penyulingan air laut untuk menghasilkan air minum. Sebelum pabrik distilasi ini dibangun, Kuwait harus mengimpor sebagian besar air minum.

Dalam rangka mengawasi berbagai layanan masyarakat yang berbeda, Kuwait memiliki proporsi pegawai pemerintah yang sangat besar dalam kaitannya dengan populasi.

Pertanian

Kuwait memiliki sedikit pertanian. Kebanyakan makanan harus diimpor. Beberapa petani mencari nafkah dengan menanam sayuran dan biji-bijian sereal, seperti gandum, di oasis. Dari ternak mereka, orang Badui memperoleh daging, susu, kulit, dan bulu kambing dan unta untuk membuat pakaian dan tenda mereka.

Baca juga : Kekayaan Woodside

Minyak

Sejak penemuan minyak, ekonomi Kuwait telah bergantung pada industri tersebut. Pada tahun 1934, pemerintah Kuwait memberi hak untuk mengeksplorasi minyak di Kuwait pada perusahaan Anglo-Iranian Oil Company milik Inggris (British Petroleum Company) dan Gulf Oil Company milik Amerika. Kedua perusahaan itu membentuk Kuwait Oil Company. Pada tahun 1938, ladang minyak Burgan, terletak di sebelah selatan kota Kuwait, ditemukan. Tambang ini dianggap sebagai ladang minyak tunggal terkaya di dunia. Ladang lainnya segera ditemukan sejak saat itu. Kuwait Oil Company dinasionalisasi pada tahun 1975.

Cadangan minyak mentah Kuwait adalah salah satu yang terbesar di dunia. Pendapatan minyak meningkat pada kecepatan tinggi hingga pendapatan per kapita tahunan tumbuh dari 35 dolar sebelum Perang Dunia II hingga lebih dari 20.000 dolar sebelum invasi Irak tahun 1990. Kekayaan negara begitu besar hingga negara-negara Arab lainnya bergantung pada Kuwait sebagai sumber dana untuk pembangunan ekonomi mereka. Pemerintah juga telah menginvestasikan banyak pendapatan minyaknya di luar negeri.